Dugaan gugatan cerai memicu gelombang rumor di medsos
Berawal dari isu yang menyebut Rizky Billar mengajukan gugatan cerai kepada Lesti Kejora. Rumor tersebut ikut dibumbui isu perselingkuhan dan narasi negatif lain yang mengarah pada nama baik keluarga.
Informasi yang beredar di media sosial itu kemudian menyebar dengan cepat, membuat banyak orang ikut menanggapi. Sebagian merasa perlu segera membahas, meski sumbernya belum jelas.
Dalam situasi seperti ini, publik sering terjebak pada potongan informasi yang viral. Akibatnya, rumor bisa terlihat “masuk akal” padahal belum tentu benar.
Rizky Billar lalu mengambil langkah agar rumor tidak terus jadi bahan serangan.
Kuasa hukum: targetnya penebar hoaks dan perusak martabat
Melalui Law Firm Sadrakh Seskoadi, Rizky Billar menyatakan kesiapannya untuk melaporkan pihak-pihak penyebar konten hoaks terkait dirinya dan keluarga.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam unggahan pada Rabu (10/6/2026). Isinya menegaskan bahwa ada banyak akun yang menggiring opini serta menyerang harkat dan martabat Rizky dan keluarganya.
Pihak kuasa hukum juga menyebut upaya hukum akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Penekanan diberikan pada tujuan untuk menindak, sekaligus menjaga martabat keluarga.
Ini menunjukkan proses yang tidak main-main, karena pihak Rizky memilih tindakan nyata.
Rizky geram karena rumor menyasar ranah yang tidak seharusnya
Rizky disebut merasa geram dengan kabar burung yang terus menghampirinya. Ia tidak hanya merasakan tekanan dari rumor perceraian, tapi juga dari isu perselingkuhan dan narasi negatif lain.
Bagi sebagian orang, rumor semacam itu mungkin terlihat seperti “konten hiburan.” Tetapi bagi yang terdampak, hal itu jelas merugikan.
Rizky mengambil pilihan untuk menempuh jalur hukum, bukan mengandalkan perdebatan di ruang komentar.
Sebab, perdebatan biasanya tidak menghasilkan kepastian, sedangkan reputasi bisa jatuh perlahan-lahan.
Imbauan agar publik menahan diri menyebar informasi
Rizky juga mengingatkan penggemar dan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada kabar yang belum terbukti. Ia menegaskan agar publik tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ajakan seperti ini sebenarnya sering diulang oleh banyak pihak publik figur. Namun kali ini, imbauan itu disandingkan dengan langkah hukum, sehingga nadanya terasa lebih serius.
Rizky tampaknya ingin publik memahami bahwa setiap repost bisa menjadi bahan bakar rumor.
Ketika informasi tidak valid, penyebaran justru membuat kerugian semakin meluas.
Bantahan lewat momen mesra di pegunungan
Sebagai bentuk bantahan, Rizky Billar mengunggah potret mesranya bersama Lesti saat berada di suasana pegunungan. Foto tersebut kemudian dibaca sebagai sinyal keharmonisan.
Pada unggahan, ada emotikon hati yang menguatkan pesan bahwa hubungan mereka masih berjalan baik.
Hal semacam ini biasanya menjadi “penangkis” pertama ketika rumor menyerang kehidupan rumah tangga.
Rizky memanfaatkan kanal pribadinya untuk menyampaikan versi yang lebih nyata.
Proses hukum diharapkan membuat rumor tidak liar
Dengan rencana pelaporan, pihak Rizky ingin memberi efek bahwa hoaks tidak boleh dibiarkan. Jika ada oknum yang memelintir informasi dan menyerang martabat, maka akan ada konsekuensi.
Media sosial memang ruang publik, tapi tanggung jawab tetap melekat pada siapa pun yang menyebarkan konten.
Dengan langkah seperti ini, diharapkan rumor tidak lagi bebas bergerak tanpa batas.
Rizky tampaknya ingin mengembalikan fokus pada hal yang lebih sehat: menghormati keluarga dan tidak merusak reputasi dengan isu.
Penutup: bantah rumor, siapkan langkah hukum
Pada akhirnya, Rizky Billar menunjukkan respons yang terstruktur: membantah kabar melalui unggahan bersama Lesti dan menyiapkan proses hukum terhadap penyebar hoaks.
Kuasa hukumnya menyatakan upaya hukum akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, Rizky mengimbau publik agar tidak mudah percaya dan tidak meneruskan informasi yang belum terbukti.
Dengan dua langkah tersebut, ia berharap rumor cepat mereda dan tidak berkembang jadi tuduhan yang lebih berat.



















