Tren teknologi audio mengalami perubahan menarik pada 2026. Setelah bertahun-tahun perangkat True Wireless Stereo atau TWS mendominasi pasar, kini earphone dan headset kabel kembali populer di kalangan anak muda, khususnya Gen Z.
Fenomena tersebut ramai dibicarakan di media sosial. Banyak pengguna muda mulai kembali memakai headset kabel saat bepergian, bekerja, belajar, hingga menikmati musik sehari-hari. Yang menarik, perangkat audio kabel yang dulu dianggap kuno kini justru tampil sebagai simbol gaya hidup baru.
Bagi sebagian Gen Z, headset kabel dinilai lebih simpel, estetik, dan nyaman dibanding perangkat wireless modern. Tren ini sekaligus menunjukkan bahwa teknologi lama belum tentu benar-benar ditinggalkan meski perkembangan perangkat digital terus bergerak maju.
Tren “Wired Lifestyle” Mulai Ramai
Kemunculan kembali headset kabel tidak lepas dari pengaruh media sosial dan budaya internet. Banyak video TikTok dan unggahan Instagram memperlihatkan anak muda memakai earphone kabel sebagai bagian dari penampilan sehari-hari.
Kabel yang terlihat menjuntai dari telinga kini dianggap memberi kesan retro dan autentik. Bahkan beberapa figur publik serta influencer mulai terlihat kembali menggunakan perangkat audio kabel di berbagai kesempatan.
Laporan BBC menyebut earphone berkabel kini berkembang menjadi bagian dari tren budaya dan fashion di beberapa kalangan muda.
Fenomena tersebut membuat headset kabel tidak lagi dipandang sebagai perangkat jadul, melainkan bagian dari identitas gaya hidup baru yang lebih santai dan sederhana.
Tidak Perlu Isi Daya Jadi Keunggulan
Salah satu alasan utama banyak orang kembali memakai headset kabel adalah karena tidak membutuhkan baterai. Pengguna cukup mencolokkan perangkat ke ponsel atau laptop lalu langsung menggunakannya.
Hal sederhana seperti itu ternyata mulai dicari banyak pengguna. Di tengah banyaknya perangkat digital yang harus di-charge setiap hari, sebagian Gen Z merasa perangkat wireless justru menambah kerepotan.
TWS memang praktis tanpa kabel, tetapi pengguna harus tetap memperhatikan daya baterai, charging case, hingga koneksi Bluetooth. Sebaliknya, headset kabel dianggap lebih mudah digunakan kapan saja tanpa persiapan tambahan.
Banyak pengguna juga merasa pengalaman “plug and play” membuat aktivitas mendengarkan musik terasa lebih nyaman dan bebas gangguan.
Kualitas Audio Dinilai Lebih Konsisten
Selain faktor praktis, kualitas suara menjadi alasan lain mengapa headset kabel kembali diminati. Banyak pengguna menilai perangkat kabel mampu menghasilkan audio lebih stabil dibanding TWS di kelas harga yang sama.
Karena menggunakan koneksi langsung, suara dinilai lebih responsif tanpa delay maupun gangguan koneksi Bluetooth. Faktor tersebut penting bagi gamer, pecinta musik, hingga pengguna yang sering menonton video dan film.
Dalam laporan BBC disebutkan bahwa penjualan earphone berkabel meningkat karena kualitas suaranya dianggap lebih baik dibanding perangkat wireless dengan harga setara.
Beberapa pengguna juga menganggap headset kabel memberikan pengalaman mendengarkan musik yang terasa lebih natural dibanding earbuds wireless.
Harga Lebih Terjangkau
Harga perangkat audio kabel yang relatif murah menjadi faktor penting lainnya. Dibanding TWS premium yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah, headset kabel menawarkan kualitas audio cukup baik dengan biaya jauh lebih rendah.
Hal tersebut membuat headset kabel kembali populer di kalangan pelajar dan mahasiswa. Dengan harga terjangkau, pengguna tetap bisa menikmati perangkat audio yang nyaman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, headset kabel dianggap lebih tahan lama karena tidak bergantung pada kondisi baterai yang bisa menurun seiring waktu.
Tidak Takut Hilang Sebelah
Masalah earbuds wireless yang mudah hilang ternyata menjadi keluhan banyak pengguna TWS. Ukuran perangkat yang kecil membuat earbuds sering tercecer atau tertinggal di berbagai tempat.
Headset kabel dianggap lebih aman karena kedua sisi tetap terhubung melalui kabel. Banyak pengguna merasa perangkat kabel lebih praktis untuk aktivitas harian karena tidak perlu khawatir kehilangan sebelah earbud.
Di media sosial, fenomena tersebut bahkan sering dijadikan bahan candaan karena banyak pengguna TWS mengaku pernah kehilangan salah satu earbuds mereka.
Gaya Hidup “Less Tech” Mulai Populer
Kembalinya headset kabel juga berkaitan dengan munculnya tren gaya hidup “less tech” di kalangan anak muda. Banyak Gen Z mulai mencari pengalaman teknologi yang lebih sederhana dan tidak terlalu bergantung pada sistem digital modern.
Fenomena ini mirip dengan kembalinya popularitas kamera analog, kaset musik, hingga mesin tik dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagian pengguna merasa perangkat kabel memberi pengalaman yang lebih tenang dibanding teknologi wireless yang dipenuhi notifikasi, pairing, dan pengaturan tambahan.
Faktor Kesehatan Ikut Jadi Perhatian
Selain gaya hidup, faktor kesehatan telinga mulai mendapat perhatian masyarakat. Penggunaan headset dengan volume tinggi dalam waktu lama dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
Laporan RRI Bengkulu menyebut penggunaan headset berlebihan dapat memicu tinnitus hingga penurunan kemampuan mendengar secara bertahap.
Beberapa pengguna merasa headset kabel membuat mereka lebih sadar terhadap durasi pemakaian dibanding earbuds wireless yang sering terus digunakan sepanjang hari.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa risiko kerusakan telinga tetap dipengaruhi volume suara dan lamanya penggunaan, bukan hanya jenis perangkat audio yang digunakan.
TWS Masih Tetap Bertahan
Walaupun tren headset kabel kembali meningkat, perangkat TWS tetap memiliki banyak pengguna. Perangkat wireless masih dianggap unggul untuk olahraga, mobilitas tinggi, dan aktivitas luar ruangan.
Namun tren 2026 memperlihatkan bahwa banyak anak muda mulai mencari keseimbangan antara teknologi modern dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Kembalinya popularitas headset kabel menjadi bukti bahwa tren teknologi bisa terus berputar mengikuti kebutuhan dan preferensi pasar. Produk lama yang sempat dianggap tertinggal ternyata masih mampu kembali populer ketika menawarkan kenyamanan, kualitas, dan pengalaman yang lebih sesuai dengan gaya hidup generasi saat ini.
