Prosesi siraman El Rumi berlangsung dengan penuh khidmat, namun suasana berubah ketika Maia Estianty terlihat menangis. Air mata itu jatuh tanpa bisa ditahan, membuat suasana semakin emosional.
Sebagai seorang ibu, momen ini tentu bukan hal biasa. Ada perasaan bangga sekaligus haru yang bercampur menjadi satu.
Para tamu yang hadir ikut merasakan getaran emosi tersebut. Banyak yang terlihat terdiam, menyaksikan momen yang begitu personal.
Siraman itu pun menjadi lebih dari sekadar ritual.
Ucapan Tulus untuk Calon Menantu
Dalam suasana tersebut, Maia menyampaikan pesan kepada Syifa Hadju. Ucapannya tidak panjang, tetapi sarat makna.
Ia menitipkan harapan agar Syifa bisa menjaga El dengan baik. Pesan itu terdengar sederhana, namun terasa sangat dalam.
Tidak ada nada formal dalam penyampaiannya. Semua terasa mengalir seperti percakapan keluarga.
Syifa pun terlihat tersentuh mendengar pesan tersebut.
Perasaan Ibu yang Sulit Dijelaskan
Tangisan Maia bukan sekadar ekspresi kesedihan. Ada banyak perasaan yang terlibat di dalamnya.
Melihat anak tumbuh dewasa dan siap membangun rumah tangga sendiri adalah momen besar dalam hidup seorang ibu.
Perasaan itu tidak bisa sepenuhnya dijelaskan dengan kata-kata. Hanya bisa dirasakan.
Dan momen siraman menjadi saksi dari perasaan tersebut.
Harapan untuk Kehidupan Baru
Di balik air mata, Maia menyimpan harapan besar untuk masa depan El dan Syifa. Ia ingin keduanya menjalani kehidupan yang penuh kebahagiaan.
Ia juga berharap mereka bisa saling mendukung dalam segala situasi.
Doa itu disampaikan dengan tulus, tanpa berlebihan.
Momen tersebut menjadi penutup yang hangat untuk prosesi yang penuh makna.



















