Penyebab, Gejala, Dan Pengobatan Cacar Monyet

Jurnalharian.id – Cacar monyet ialah penyakit zoonosis virus langka yang terjadi khususnya di bagian terasing Afrika tengah dan barat. Bagaimana fenomena penyakit ini?

Dari website Kemenkes, masa inkubasi atau interval dari infeksi hingga timbulnya fenomena cacar monyet seringkali 6-16 hari, namun dapat berkisar dari 5-21 hari. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas. Ruam pada kulit hadir pada wajah lantas menyebar ke unsur tubuh lainnya.

Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah laksana cacar (makulopapula), lepuh mengandung cairan bening, lepuh mengandung nanah, lantas mengeras. Biasanya dibutuhkan waktu sampai 3 minggu hingga ruam itu menghilang. Lalu bagaimana penyebab cacar monyet? Penyakit ini ditularkan dari fauna ke manusia. Bisa ditularkan melewati kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau mukosa fauna yang terinfeksi.

Infeksi pada insan telah didokumentasikan melewati penanganan monyet yang terinfeksi, tikus dan tupai, dengan fauna pengerat yang bisa jadi besar adalahreservoir virus. Melihat hadir pemberitaan tentang cacar monyet yang terjadi di Singapura, apakah virus ini terdapat obatnya? Dari website WHO menuliskan, tidak terdapat perawatan eksklusif atau vaksin yang terdapat untuk infeksi virus cacar monyet.

Namun wabah bisa dikendalikan. Berdasarkan keterangan dari dokter berpengalaman penyakit tropik infeksi dr Adityo Susilo, SpPD-KPTI dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), penyakit cacar monyet dapat sembuh sendiri. Namun butuh waktu lama sampai pasien dapat sembuh dari penyakit ini. Pasien pun harus mendapat kecukupan cairan dan nutrisi dan perawatan yang baik sampai sembuh.

Kemenkes meminta masyarakat tidak butuh panik dengan pemberitaan tentang adanya penyakit cacar monyet yang bisa jadi dapat masuk ke Indonesia. Masyarakat diimbau guna senantiasa waspada dan menjaga kesucian seperti cuci tangan dengan sabun. Selain tersebut mencegah terpapar cacar monyet yaitu menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan memberi batas jajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

enghindari kontak jasmani dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi, serta menghindari kontak dengan fauna liar atau mengkonsumsi daging yang dikejar dari fauna liar.