Kejadian pencurian yang melibatkan seorang perempuan berpura-pura melayat ini mengejutkan warga Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam aksinya, pelaku berhasil mencuri uang takziah dari keluarga yang sedang berduka, menunjukkan modus kejahatan yang sangat licik dan memanfaatkan situasi emosional. Hingga saat ini, penyelidikan terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menemukan pelaku yang diduga telah beraksi lebih dari sekali.
Kronologi Kejadian di Kramat Jati
Kejadian terbaru yang melibatkan pelaku terjadi pada 2 Maret 2026, ketika keluarga Nyai Hasanah menerima kenyataan pahit akibat pencurian ini. Hasnah menceritakan bahwa pelaku datang ke rumah duka dalam suasana yang penuh duka setelah mertua mereka meninggal dunia. “Dia datang pagi-pagi, saat suasana rumah duka masih tenang. Kami tidak menyangka sama sekali,” ungkap Hasanah kepada wartawan.
Pelaku, yang berusia sekitar 30-an tahun, berpura-pura mengenal keluarga Hasanah. “Dia memperkenalkan dirinya sebagai teman kakak ipar saya. Kami merasa nyaman kepada dia,” lanjut Hasanah. Namun, sikap ramah pelaku ternyata adalah strategi untuk mengelabui keluarga yang tengah berduka ini.
Modus Operandi Pelaku
Dalam setiap aksinya, pelaku menggunakan modus yang serupa. Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pelaku selalu memilih waktu ketika rumah duka masih sepi dan pengunjung belum banyak berdatangan. “Dia berusaha menciptakan rasa keakraban agar bisa berbaur dengan kami,” jelas Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli.
Setelah berbaur selama beberapa waktu, pelaku kemudian mencari celah untuk mengambil uang sumbangan yang biasanya ditempatkan di tempat yang tidak terlalu terlihat. “Saat suasana sudah mulai ramai, dia berpura-pura pergi ke toilet, di sinilah saatnya untuk mengambil uang,” tegas AKP Fadoli.
Pengalaman Menyedihkan Keluarga Hasanah
Ketika pelaku meminta izin untuk pergi ke toilet, Hasanah dan keluarganya tidak menyangka akan kehilangan uang yang telah dikumpulkan dari para tamu. “Kami tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi hingga kami mencoba menghitung ulang uang yang ada,” ungkap Hasanah dengan nada kesal. Keluarga baru menyadari bahwa semua uang takziah tersebut menghilang sekitar pukul 12.30 WIB, saat pelayat sudah mulai berdatangan.
“Setelah mengecek, kami panik dan langsung mencarinya, tetapi dia sudah keburu kabur,” tambahkan Hasanah. Warga sekitar yang mendengar teriakan pun ikut membantu mencari pelaku, tetapi sayangnya, pelaku sudah menghilang. Rekaman dari kamera pengawas (CCTV) menunjukkan bagaimana pelaku melarikan diri dari lokasi.
Tindakan Kepolisian
Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. “Kami langsung menerjunkan tim untuk mengumpulkan bukti dan mencari saksi yang hadir di lokasi kejadian,” ungkap Fadoli. Polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV dari lingkungan sekitar untuk menganalisis pola gerak pelaku.
Dalam pengembangan penyelidikan, ternyata kasus serupa juga telah terjadi di lokasi lain. Dua kejadian sebelumnya yang melibatkan pelaku terjadi di Jalan Damai, Lubang Buaya pada 22 Desember 2025, dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026.
Kesamaan di Setiap Kasus
Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian menemukan kesamaan dalam ketiga peristiwa pencurian tersebut. “Modus operandi yang digunakan pelaku sangat mirip di semua lokasi. Pelaku berupaya menciptakan rasa aman kepada korban dengan berpura-pura mengenal mereka,” jelas Fadoli. Hal ini memberikan petunjuk bahwa pelaku kemungkinan besar adalah orang yang sama.
“Sebanyak mungkin kami akan melanjutkan penyelidikan. Kami berharap bisa menemukan pelaku segera dan mencegah dia beraksi lagi,” tambahnya. Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Masyarakat Diminta Waspada
Setelah kabar mengenai kejahatan ini menyebar, masyarakat diminta untuk waspada. Pihak kepolisian mengimbau agar semua orang berhati-hati saat berinteraksi dengan orang asing, terutama dalam situasi yang rentan. “Kami berharap masyarakat lebih keren mentuk skenario untuk menjaga diri,” ungkap Fadoli.
Masyarakat juga diminta melaporkan jika pernah mengalami situasi serupa. “Setiap laporan yang masuk akan membantu kami untuk memberikan tindakan yang lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Media Sosial dan Tanggapan Masyarakat
Kejadian ini menarik perhatian di media sosial. Banyak pengguna mengungkapkan kekecewaan dan kemarahan mereka terhadap tindakan pelaku. “Tidak ada etika dalam berduka seolah-olah berusaha mengambil keuntungan dari sisi emosional orang lain,” tulis salah seorang netizen. Diskusi di media sosial semakin memunculkan kesadaran akan potensi kejahatan yang bersembunyi di balik wajah ramah.
Banyak netizen juga mengunggah video CCTV dan berdiskusi tentang bagaimana mencegah hal serupa terjadi di komunitas mereka. “Kami berharap semua orang bisa lebih peduli dengan lingkungan sekitar,” ungkap salah satu warga.
Pentingnya Kesadaran Sosial
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesadaran sosial di tengah masyarakat. Saat berhadapan dengan orang baru, penting untuk tetap waspada. “Bahkan saat berduka, bukan berarti kita harus mengabaikan keselamatan dan keamanan kita. Kejadian ini adalah pengingat yang pahit,” ujar Fadoli.
Bisnis lokal dan tokoh masyarakat pun berkolaborasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana melindungi diri di tempat-tempat publik. Melalui seminar, diskusi, dan media sosial, mereka ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang beragam modus kejahatan yang dapat terjadi.
Harapan dari Pihak Kepolisian
Dengan adanya kasus ini, kepolisian berharap agar semua orang jauh lebih alert terhadap situasi di sekeliling mereka. “Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan kami ingin setiap orang berperan aktif untuk menjaga lingkungan mereka,” tambah Fadoli.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk melakukan patroli lebih intensif di kawasan rawan kejahatan. “Kami tentu tidak ingin kejadian serupa terulang. Masyarakat harus merasa aman, terutama dalam situasi-situasi yang emosional,” tegasnya.
Penutupan
Kasus pencurian yang terjadi di Kramat Jati menjadi peringatan bagi kita semua tentang potensi kejahatan di masyarakat. Bertindak waspada dan hati-hati di situasi yang tampaknya aman sangatlah penting, terutama ketika berkaitan dengan kondisi emosional.
Melalui kerja sama antara pihak kepolisian dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan tindakan kriminal bisa lebih dioptimalkan. “Mari kita bersama-sama menjaga satu sama lain, agar setiap orang dapat merasakan kedamaian dan aman dalam menjalani hidup sehari-hari,” pungkas Fadoli.
Dengan pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik, harapan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bukanlah hal yang mustahil. Keberanian untuk berbicara dan melaporkan adalah langkah awal untuk mencegah tindakan kriminal lebih lanjut.



















