Saat banyak musisi memilih meninggalkan masa lalu, Sammy Simorangkir justru mengambil langkah sebaliknya. Ia dengan sadar memasukkan lagu-lagu ciptaan Badai ke dalam daftar penampilan konser 20 tahunnya.
Bagi Sammy, lagu-lagu itu bukan sekadar karya lama yang pernah ia bawakan. Ada ikatan emosional yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Lagu-lagu tersebut menjadi saksi perjalanan panjangnya di dunia musik.
Ia bahkan menyebut bahwa konser ini adalah momen untuk merangkum seluruh fase hidupnya sebagai musisi. Jadi, menghapus lagu-lagu lama justru terasa tidak masuk akal.
Apalagi, hingga sekarang lagu-lagu itu masih hidup di tengah masyarakat. Masih diputar, masih dinyanyikan, dan masih memiliki tempat di hati pendengar.
Promotor Tegaskan Tak Ada Pelanggaran Hak Cipta
Langkah Sammy membawakan lagu ciptaan orang lain sempat menimbulkan pertanyaan. Namun, promotor langsung memberikan penjelasan untuk meredam spekulasi.
Mereka menegaskan bahwa seluruh proses penggunaan lagu sudah mengikuti aturan yang berlaku. Tidak ada yang dilakukan secara sembarangan, termasuk soal izin dan pembayaran royalti.
Menurut pihak promotor, aturan sudah sangat jelas: setiap lagu yang digunakan dalam konser komersial wajib dibayarkan haknya kepada pencipta. Dan mereka memastikan kewajiban itu sudah dipenuhi.
Bahkan, mereka juga menekankan bahwa sistem royalti ini bukan sesuatu yang memberatkan. Selama dihitung sejak awal, semuanya bisa berjalan lancar tanpa mengganggu jalannya acara.
Konsep Panggung Dibuat Seperti Perjalanan Waktu
Salah satu hal menarik dari konser ini adalah konsep yang diusung. Sammy tidak ingin tampil biasa. Ia ingin membawa penonton masuk ke dalam perjalanan waktunya.
Setiap bagian konser akan menggambarkan fase tertentu dalam kariernya. Dari masa awal yang penuh semangat, hingga fase yang lebih dewasa sebagai solois.
Pendekatan ini membuat konser terasa lebih personal. Penonton tidak hanya menikmati lagu, tetapi juga memahami cerita di baliknya.
Selain itu, akan ada beberapa kejutan yang disiapkan. Meski belum dibocorkan secara detail, Sammy memberi sedikit gambaran bahwa akan ada kolaborasi yang membuat konser semakin berwarna.
Industri Musik Mulai Berubah, Lebih Terbuka dan Tertata
Apa yang dilakukan dalam konser ini bisa dilihat sebagai gambaran perubahan di industri musik. Kesadaran soal hak cipta kini semakin meningkat.
Dulu, banyak hal dilakukan tanpa terlalu memikirkan aspek legal. Namun sekarang, semuanya mulai bergerak ke arah yang lebih transparan dan profesional.
Promotor yang secara terbuka membahas soal royalti menjadi tanda bahwa ada perubahan pola pikir. Tidak lagi menghindari isu, tetapi justru menjadikannya bagian dari edukasi.
Jika langkah seperti ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin ke depan industri musik Indonesia akan menjadi lebih sehat. Semua pihak—penyanyi, pencipta, hingga penonton—bisa menikmati musik tanpa ada rasa dirugikan.
