Batik Di Tengah Sidang DK PBB. Asal Dari Mana?

Jurnalharian.id – Ada beberapa pemandangan menarik yang terjadi pada sidang Dewan Keamanan PBB di Amerika Serikat. Sidang yang dipimpin oleh Retno Marsudi selaku Mentri Luar Negri RI menggunakan batik pada acara sidang di New York itu.

Namun tidak hanya itu, ada banyak potret yang menunjukkan delegasi atau Duta Besar berbagai Negara turut serta menggunakan batik dalam acara sidang Dewan Keamanan PBB itu.

Beberapa diantaranya adalah delegasi dari Negara Jerman, China, Peru, Prancis, Amerika, dan masih banyak lagi lainnya. Para anggota yang hadir menyebut diri mereka sebagai diplomasi batik dan menggunakan pakaian batik dengan corak, bahan, serta warna yang beragam jenis.

Sekretaris Jendral PBB juga turut menggunakan batik dalam kesempatan di sidang dewan keamanan PBB tersebut. Ia menggunakan motif batik tenun torso dengan warna cerah. Pada keterangan pers Kemenlu, Dipilihnya batik sebagai wujud dari dress code Sidang Dewan Keamanan PBB yang merupakan bentuk dari hormat kepada para anggota Dewan Keamanan PBB untuk Indonesia. Ini dikarenakan Indonesia memegang presidensi Dewan Keamanan PBB untuk bulan Mei 2019.

Pengakuan yang didapat adalah bahwa batik-batik yang digunakan itu adalah merupakan koleksi pribadi dari masing-masing pribadi. Ini menunjukkan bahwa memang batik telah mendunia di seluruh penjuru dunia manapun.

Baca Juga : Tips Menentukan Harga Rumah Ideal

Beberapa delegasi yang mengoleksi batik tersebut tidak hanya mendapatkan dari delegasi Indonesia di New York. Tidak hanya itu, momen ketika mereka menjadi ketua dalam konferensi di Indonesia juga tentunya. Akan tetapi ada juga yang membelinya pada saat mereka berkunjung ke Indonesia.

Di lain tempat, mentri Retno sendiri tampil dalam balutan batik yang berleher tinggi serta berlengan. Bati berwarna dasar ini dipenuhi dengan motif bunga yang menggoda nan cantik. Balutan batik ini dipadukan dengan celana panjang yang berwarna hitam.

Dengan dipakainya batik ini diharapkan akan semakin mempopulerkan salah satu warisan dunia yang tentunya sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO.