Cara Downgrade Paket Indihome dari Triple Play Menjadi 2 Play..!

Sebetulnya banyak pro dan kontra dengan kebijakan 3 play besutan Telkom. Karena pelanggan seperti “dipaksa” memilih 3 layanan walau hanya butuh 2 play saja misalnya. Karena kebanyakan fasilitas telpon voip dengan nomor baru menjadi polemik untuk pelanggan kantor yang sudah memiliki nomor telpon kawat jemuran yang secara legalitas menjadi nomor kantor untuk berbisnis atau menjadi kantor layanan jasa. Ada cost yang susah dihitung kalau nomor telepon lama hangus, kenapa ya tidak transfer saja nomor lama menjadi nomor voip nya Telkom Indihome.

Saya sebagai pelanggan ternyata lebih membutuhkan layanan 2 play, karena jarang pakai telepon, dan ternyata abondemen nya lumayan lho 50-60 ribu sendiri kalau tidak dipakai. Jaman kan sudah berubah, saat ini smartphone 4G sudah menjadi trendnya. Jadi untuk nelpon cukup pakai whatapps atau bbm saja. Jadi useless kalau kita langganan 3 play tapi gak terpakai.

Akhirnya saya pergi ke Telkom Kota baru dan meminta layanan 3 play menjadi 2 play saja. Kalau sebulan saya mesti bayar 450ribu, sekarang menjadi 385ribu. Sesuai subsidi kantor yang memang memberi angka yang pas. Selain berhemat, saya menjadi lebih nyaman dengan fasilitas 2 play yang saya butuhkan. Itu saja. Saya pelanggan Speedy hampir 5th, dan Indihome 2th. Harga speedy 3Mbps 350ribu vs 10Mbps 385ribu. Pilih yang mana? Ya saya pilih yang Indihome. Teknologi fiber dengan speed yang berbeda dan cepat. Bravo Indihome, Bravo Telkom, Bravo Telkom Akses.

>> Saran: Mungkin karena ROI belum balik modal, mungkin harga langganan paket Indihome fiber masih kisaran 300san ribu, semoga semakin lama costnya menjadi lebih ramah. Kena 200san. Agar bisa bersaing dengan ISP swasta dibaca luar negeri. Kalau Telkom plat merah dan dalam negeri. Saya kira Telkom bisa menawarkan harga yang lebih nyaman untuk pelanggan.

Cara Berlangganan Indihome: Internet Fiber Optik Masuk Desa

Pertengahan tahun 2016 adalah masa dimana saya berusaha migrasi dari koneksi internet berbasis kawat jemuran menuju internet berbasis fiber optik. Masa masa sebelum migrasi, Saya menggunakan modem 3G telkomsel dan 4G Smartfren untuk koneksi internet menuju kantor. Posisi saya waktu itu di Solo. Tepatnya Karanganyar, Colomadu.

Setelah istri memutuskan untuk resign dan ikut ke Jogja. Saya berusaha mencari solusi bagaimana mestinya saya bekerja dengan koneksi internet yang bagus tapi memiliki FUP yang masuk akal. Saya berusaha mendaftar online ke indihome, https://indihome.co.id/subscribe

Oke sampai disitu berkas online masuk, dan kemudian 147 menghubungi saya. Mereka kemudian mereka menanyakan alamat dan posisi di google maps untuk dicarikan posisi ODP terdekat. Jika ODP dalam radius 200M ada, maka itu artinya area anda tercover fiber optik Telkom.

Sudah saya daftar dengan alamat Solo dan Jogja. Karena kami di Jogja, saya berusaha memasukan berkas lagi ke telkom terdekat. Hasilnya ditelpon 147 dan dicek jaringan tercover atau belum. Ya hasilnya nihil, belum ada jaringan, jauh dari ODP sekitar 400-500meter.

Saya mencoba searching harga ODP, menghubungi marketing, hasilnya perfect, NOOOOL besar. Kemudian saya menemukan kontak rekanan Telkom Akses yang menjual ODP ke Telkom. Saran dia adalah cari kantor Telkom Akses, atau paling tidak carilah orang Telkom Akses.

Kenapa bukan teknisi Indihome? Oke, jika jaringan sudah ada, maka teknisi Indihome akan menuju tkp untuk instalasi dan menawarkan paket yang sesuai. Jika belum ada jaringan? Yah itulah tugas Telkom Akses. Mereka yang membuka jaringan fiber optik ke home user.

Saya berhasil kontak orang telkom, disini dia telkom Indihome bagian marketing. Untungnya dia dulu sekolah di SMK Hamong Putra Pakem. Sehingga tahu kawasan kami. Kemudian kami bertemu di Balai Desa Harjobinangun, karena kantor desa juga ingin berlangganan. Akhirnya saya berusaha mengumpulkan 12-15 user di sepanjang area Pakem, Sukunan, Katen, Cepit, Pojok, Blembem Kidul. Kemudian sambil saya jalan dengan orang Telkom Akses, kami mencoba mencari user lagi. Dapatlah kami 2 titik, Pakemsari. Hotel dan toko nya ingin berlangganan.

Masalah kami sama, mentok di registrasi online tanpa tindak lanjut. Setelah selesai masalah rekap user yanbg berlangganan, dengan kira kira 15 user. Mereka pun melakukan maping ODP dan perencanaan dimana ODP akan dipasang.

Ini adalah maping ODP Blembem Kidul Harjobinangun Pakem

Ini adalah maping ODP Pasar Pakem menuju Pakemsari

Ini adalah maping ODP desa Pojok, dimana saya dapt slot ODP. 1 ODP cuma untuk saya sendiri.

Ini adalah posisi ODP sepanjang Pakem, Sukunan, Katen, Cepit, Pojok

Akhirnya saya bisa berlangganan Indihome 3 play yang mungkin awalnya susah. Kebanyakan user yang ingin migrasi dari kawat jemuran ke Indihome fiber optik terkendala proses registrasi yang sebetulnya mudah, tapi pemerataan jaringan yang belum merata.