Ngayogjazz 2007-2016, Egalitarianisme Segitiga Sama Sisi

Egalitarianisme segitiga sama sisi antara musik jazz, penduduk lokal, dan masyarakat urban

Event jazz yang cukup terkenal di Yogyakarta itu bernama Ngayogjazz. Event tahunan yang diselenggarakan secara nomaden berbasiskan kekayaan lokal suatu daerah. Event gratis dengan pemusik yang tidak main main. Menyatukan jazz kedalam nuansa pedesaan, menawarkan kedekatan masyarakat lokal, pengunjung (umumnya anak kuliah dari berbagai daerah), dan tentu artis sendiri.

Sejak 2007 event ini telah merubah pandangan tentang musik Jazz yang segmented dan tidak populer. Musik jazz jarang menjadi program tayangan di TV Nasional.  Mungkin cuma TVRI yang seminggu sekali menanyangkan blues, jazz secara rutin.

Event Jazz mungkin tidak hanya di TV atau tempat indoor dengan tiket yang relatif tidak murah. Seperti Prambanan Jazz dan sejenisnya. Ngayogjazz beda, itu value atau nilai yang ditawarkan ke publik. Prinsip Egaliter dipegang teguh.

Pada saat yang lain, media komersial sibuk bermain dengan musik metal (melayu total), mengejar rating dan iklan. Disini antitesa dari musik jazz muncul. Jazz semakin menjadi pilihan alternatif yang cerdas dalam mengimani musik yang sehat dan spontan. Spirit Jazz yang memilih untuk spontan, lebih bebas dalam eksplorasi, live perform adalah roh dari Jazz itu. Jazz sendiri lahir dari sebuah rutinitas yang menyebalkan dan mencari pintu keluar yang bernama kebebasan. Spirit of the moment.

Ngayogjazz 2014:

Lokasi Ngayogjazz 2014

Saya sendiri meilhat jazz sudah 2 kali. 2014 dan 2016. Saya pergi ke event itu karena penampilnya sesuai minat. 2014 ada Dewa Budjana Band. 2016 ada Tohpati and Friends Band. Kenapa memilih gitaris, karena instrumen yang sering saya mainkan dengan level ecek ecek ya gitar. Tidak ada cost terbuang untuk saya sebagai penonton melihat event ini. Parkir, uang jajan makanan desa, dan tentu transportasi.

2014 Ngayogjazz diadakan di dekat rumah. Di daerah Sleman, Brayut, Pandowoharjo . Kira kira 10-15 menit dari kota Jogja. Event ini melibatkan banyak artis, Dewa Budjana, Balawan, Frau, Syaharani. Balawan tampil dalam format trio saat itu. Kebetulan berbeda panggung sehingga saya harus memilih salah satu. 2014 panggung ada 6 yaitu: Panggung Tradisional, Panggung Dang dung, Panggung Thang Thing, Panggung NingNong, Panggung Jrang Jreng.

Jadwal dan Panggung Ngayogjazz 2014

Dewa Budjana Ngayogjazz 2014

Ngayogjazz 2016 19 November 2016:

Seperti 2 tahun yang lalu, event gila ini digelar (koyo kloso wae…) dalam framework yang konsisten, yaitu ke-egaliter-an antara semua pihak  pemusik, penonton lokal, penduduk lokal. Semua menjadi ramuan ciamik dengan kesederhanaan khas desa. Bertempat di Kwagon Godean Sleman. Event ini menawarkan keunikan desa Kwagon yang memiliki usaha kerajinan skala UKM yaitu produksi genting.

Kwagon desa penghasil genting. foto diambil dari https://ngayogjazz.com/padukuhan-kwagon/

Event yang sejujurnya cocok disebut festival itu digarap dengan sungguh sungguh dan tentu melibatkan sponsor. Banyak sponsor saya lihat di tempat kejadian ( kriminal kali…!). Dari perusahaan rokok, penjual alat musik gitar (bass), provider plat merah, Perusahaan kopi (bakulan kopi) dan penjual angkringan. Sponsor yang egaliter to, semua melakukan support sesuai ablity dan keahliannya.

Ketika saya masuk ke Kwagon ada yang menarik mata saya. Ada mainan pancuran dari bambu yang kalau sistem bekerja akan membunyikan suara yang khas bambu. Kebanyakan tata set panggung menggunakan bahan bahan yang mudah diperoleh. Salah satunya bambu. Semua terlibat dalam mempersiapkan event jazz ini.

Workshop menghias pedukuhan Kwagon. Foto diambil dari https://ngayogjazz.com/padukuhan-kwagon/

Kembali ke Jazz nya, penampil di event ini cukup menarik. Penampilnya antara lain: Tohpati and friends, Monita Tahalea, Fariz RM, Emerald Band, Shadow Puppets dan penyanyi legendaris Harvey Malaihollo, Ricad Hutapea, Bonita and the Hus Band.

Kok bisa ya mereka datang ditempat “ndeso” dan mau bermain disana? Dari info yang saya peroleh Om Djaduk Ferianto sangat berjasa dengan istilah “Cocot Kencana” (Cocot artinya mulut, bahasa kasar jawa) dan Kencana artinya seperti emas. Disitulah pendekatan yang berhasil membawa artis nasional untuk bermain jazz di tempat yang “unik”.

Panggung juga dibagi menjadi beberapa bagian. Panggung Genting Paris, Panggung Genting Wuwung, Panggung Genting Krepus, Panggung Genting Kodok, Panggung Genting Kripik, Panggun Garuda. Masing masing artis memiliki waktu tampil dan panggung yang berbeda.

Vanue pertunjukan sekaligus waktu tampil.

 

Peta Lokasi Ngayogjazz 2016. https://twitter.com/ngayogjazz

Menarik untuk menunggu event Ngayogjazz 2017. Menjelang Natal dan penghujung tahun, akan banyak event menarik di Jogja. Mari berbahagia, mari bersukacita, Tuhan memberikan banyak berkat. (giri021)

 

Tohpati “its a beautiful day” (song for you)

Ini adalah komposisi gitar yang menurut saya cukup ciamik. Om Bontot alias Om Tohpati bermain begitu kalem dan cool. Mungkin baru bangun tidur, nyeruput teh atau kopi, kemudian iseng bermain gitar dan memainkan lagu It’s beautiful day.

Lagu ini menjadi theme song pas kami, saya dan Ines pacaran. Keren toh, lagunya isntrumental live recording. Walau live dan sederhana tempat shoot nya, tapi disitulah nilai lebihnya. Spontanitas, dan memegang spirit of the moment. Moment belum mandi maksudnya.

Saya sudah berkali kali bertemu Tohpati, bertemu dibaca nonton dia bermain di panggung lho, sampai istri saya salaman pas ketemu di Kwagon Godean event Ngayogjazz 2016. Event jazz masuk desa yang betul betul gratis dan melibatkan semua element masyarakat. Memasyarakatkan Jazz, dan mengeJazzkan masyarakat.

Gitaris ini merupakan salah satu personil Simak Dialog tahun 1993, bersama Riza Arshad, Arie Ayunir dan juga Indro. Om Indro sendiri adalah pemain bass yang sering bermain bareng. Termasuk di Trisum dan Bertiga.  Musisi ini berjalan di dua jalur sebetulnya, jalur industri dan jalur swa sembada musik alias idealis, sesuai dengan idealisme sang pemetik gitar. Sering bermain juga sebagai conductor orchestra, melakukan aransemen lagu dalam format big band. Dia bermain baik saat tampil bersama penyanyi Malaysia Sheila Majid.

Diskografi Tohpati

Halmahera

  • 1995Lukisan Pagi
  • 1996Alam dan Seniku

SimakDialog

Album Solo Guitar

Trisum bersama Dewa Budjana dan Balawan

Sebagai Musisi Pendukung

( data diskografi diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Tohpati)