Sebetulnya banyak pro dan kontra dengan kebijakan 3 play besutan Telkom. Karena pelanggan seperti “dipaksa” memilih 3 layanan walau hanya butuh 2 play saja misalnya. Karena kebanyakan fasilitas telpon voip dengan nomor baru menjadi polemik untuk pelanggan kantor yang sudah memiliki nomor telpon kawat jemuran yang secara legalitas menjadi nomor kantor untuk berbisnis atau menjadi kantor layanan jasa. Ada cost yang susah dihitung kalau nomor telepon lama hangus, kenapa ya tidak transfer saja nomor lama menjadi nomor voip nya Telkom Indihome.

Saya sebagai pelanggan ternyata lebih membutuhkan layanan 2 play, karena jarang pakai telepon, dan ternyata abondemen nya lumayan lho 50-60 ribu sendiri kalau tidak dipakai. Jaman kan sudah berubah, saat ini smartphone 4G sudah menjadi trendnya. Jadi untuk nelpon cukup pakai whatapps atau bbm saja. Jadi useless kalau kita langganan 3 play tapi gak terpakai.

Akhirnya saya pergi ke Telkom Kota baru dan meminta layanan 3 play menjadi 2 play saja. Kalau sebulan saya mesti bayar 450ribu, sekarang menjadi 385ribu. Sesuai subsidi kantor yang memang memberi angka yang pas. Selain berhemat, saya menjadi lebih nyaman dengan fasilitas 2 play yang saya butuhkan. Itu saja. Saya pelanggan Speedy hampir 5th, dan Indihome 2th. Harga speedy 3Mbps 350ribu vs 10Mbps 385ribu. Pilih yang mana? Ya saya pilih yang Indihome. Teknologi fiber dengan speed yang berbeda dan cepat. Bravo Indihome, Bravo Telkom, Bravo Telkom Akses.

>> Saran: Mungkin karena ROI belum balik modal, mungkin harga langganan paket Indihome fiber masih kisaran 300san ribu, semoga semakin lama costnya menjadi lebih ramah. Kena 200san. Agar bisa bersaing dengan ISP swasta dibaca luar negeri. Kalau Telkom plat merah dan dalam negeri. Saya kira Telkom bisa menawarkan harga yang lebih nyaman untuk pelanggan.

Comments

comments